CORETAN
sajak pohon di trotoar jalan
(1)
setangkai daun patah
angin menampar rapuh batangnya
- seakan menari meliuk sakit tubuhnya -
melayang menuju jalanan
terlindas ramai berseliweran
tatapan nanar
- getah menggenangi pahit matanya -
"sungguh malang nasibmu, daunku!"
satu lagi jiwa raib
pada siapa mengadu ?
(2)
sepotong dahan kerontang
- ciut meneguk kehausan liurnya -
detak meregang detik di ujung asa
tanah berselimut rengkahan
langit tak kunjung memudar
rintik menunggu hujannya
"jangan pergi dulu, dahanku!"
dua jiwa telah raib
pada siapa mengadu?
(3)
sajak pohon melengking perih
renta di ambang pusara
genting enggan menyapa pagi
- sangsi menyongsong tetesan embunnya -
badan terkulai meratapi bumi
kabut lengser seiring mentari
butiran kristal bergelayut indah
"embun, kau selamatkan mimpi kami!"
jiwa tak jadi raib
sajak tak lagi mengadu!
Yogyakarta, februari 2008 - februari 2009
dIan PeWe
(1)
setangkai daun patah
angin menampar rapuh batangnya
- seakan menari meliuk sakit tubuhnya -
melayang menuju jalanan
terlindas ramai berseliweran
tatapan nanar
- getah menggenangi pahit matanya -
"sungguh malang nasibmu, daunku!"
satu lagi jiwa raib
pada siapa mengadu ?
(2)
sepotong dahan kerontang
- ciut meneguk kehausan liurnya -
detak meregang detik di ujung asa
tanah berselimut rengkahan
langit tak kunjung memudar
rintik menunggu hujannya
"jangan pergi dulu, dahanku!"
dua jiwa telah raib
pada siapa mengadu?
(3)
sajak pohon melengking perih
renta di ambang pusara
genting enggan menyapa pagi
- sangsi menyongsong tetesan embunnya -
badan terkulai meratapi bumi
kabut lengser seiring mentari
butiran kristal bergelayut indah
"embun, kau selamatkan mimpi kami!"
jiwa tak jadi raib
sajak tak lagi mengadu!
Yogyakarta, februari 2008 - februari 2009
dIan PeWe
Posting
- Nov (1)
