CORETAN

sajak pohon di trotoar jalan

(1)
setangkai daun patah
angin menampar rapuh batangnya
- seakan menari meliuk sakit tubuhnya -
melayang menuju jalanan
terlindas ramai berseliweran

tatapan nanar
- getah menggenangi pahit matanya -
"sungguh malang nasibmu, daunku!"
satu lagi jiwa raib
pada siapa mengadu ?

(2)
sepotong dahan kerontang
- ciut meneguk kehausan liurnya -
detak meregang detik di ujung asa
tanah berselimut rengkahan
langit tak kunjung memudar
rintik menunggu hujannya

"jangan pergi dulu, dahanku!"
dua jiwa telah raib
pada siapa mengadu?

(3)
sajak pohon melengking perih
renta di ambang pusara
genting enggan menyapa pagi
- sangsi menyongsong tetesan embunnya -
badan terkulai meratapi bumi

kabut lengser seiring mentari
butiran kristal bergelayut indah
"embun, kau selamatkan mimpi kami!"
jiwa tak jadi raib
sajak tak lagi mengadu!


Yogyakarta, februari 2008 - februari 2009
dIan PeWe

Posting

Thursday, November 5, 2009



kuberi nama ia felix..
seekor kucing keturunan anggora dan kampung.
yang tak pernah mengeluarkan sepatah kata pun..
maklum, Felix ternyata bisu semenjak ia lahir..
sebuah kekurangan yang menjadikan ia unik dibanding kucing lainnya... ia mempunyai hobi memijit..(???)
aneh memang.. sebelum tidur, ia selalu memijiti tanganku dengan kuku lembutnya... hingga ia tertidur di bahuku sambil mengelus wajahku. huuufhh.. ANEH?